Toilet Kotor

Toilet Kotor

Toilet adalah struktur dasar yang harus ada di setiap lingkungan domestik dan publik. Selain tersedia dalam jumlah yang cukup, toilet harus cukup bersih, nyaman dan cocok untuk digunakan. Ini karena toilet yang kotor dapat berdampak dalam bentuk penyebaran berbagai penyakit.

Sayangnya, masih banyak orang Indonesia yang belum dapat menikmati fasilitas ini. Bagaimana kondisi toilet di Indonesia dan apa konsekuensi dari sanitasi yang tidak memadai? Periksa informasi berikut untuk mengetahui ulasan lengkapnya.
Rasa kualitas toilet di Indonesia

terkena penyakit kelamin dari kursi toilet

Indonesia berharap untuk mencapai tujuan sanitasi gratis pada tahun 2019. Namun, tujuan ini tampaknya masih jauh dari api mengingat sejumlah besar orang Indonesia yang tidak memiliki akses ke toilet bersih.

Mengacu pada data yang dikumpulkan dalam profil kesehatan Indonesia pada tahun 2018, hanya ada 69,27% keluarga yang memiliki akses ke sanitasi yang memadai.

Angka ini sebenarnya telah meningkat dibandingkan dengan 2017, sama dengan sekitar 67,89%. Namun, angka ini tidak memenuhi rencana strategis Kementerian Kesehatan pada 2014 sebesar 75%.

Toilet Kotor

Provinsi dengan persentase akses sanitasi tertinggi adalah Bali (91,14%) dan DKI Jakarta (90,73%). Sedangkan yang terendah adalah Papua (33,75%) dan Bengkulu (44,31%).

Dengan kata lain, kedua provinsi ini masih sangat rentan terhadap dampak kesehatan karena toilet yang kotor.

Di tempat umum (TTU), ketersediaan fasilitas sanitasi yang memadai pada 2018 akan mencapai 61,30%. Angka ini telah mencapai tujuan dari rencana strategis Departemen Kesehatan pada tahun yang sama, yaitu 56%.

Provinsi dengan persentase TTU tertinggi adalah Jawa Tengah (83,25%) dan Kepulauan Bangka Belitung (80,16%). Sedangkan provinsi dengan persentase terendah adalah Sulawesi Utara (18,36%) dan Jawa Timur (27,84%).
Efek kesehatan akibat toilet kotor

diare selama berhari-hari

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 432.000 kematian terjadi karena diare setiap tahun.

Pada tahun 2018, di Indonesia ada sekitar 10 KLB diare dengan 756 orang dan 36 kematian.

Diare hanyalah satu dari banyak efek kesehatan karena sanitasi dan sanitasi yang berkualitas buruk. Tanpa fasilitas sanitasi yang memadai, orang Indonesia juga berisiko tertular berbagai jenis penyakit menular.

Berikut ini adalah berbagai penyakit lain yang bisa terjadi akibat penggunaan toilet kotor:

  1. Demam tifoid

Demam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Gejalanya adalah diare, mual, muntah, nafsu makan menurun, malaise dan ruam.

Orang yang tidak memiliki akses ke air bersih lebih rentan terhadap infeksi karena demam tifoid ditularkan melalui air yang terkontaminasi oleh kotoran pasien.

  1. Disentri

Disentri terjadi akibat infeksi bakteri Shigella atau Entamoeba histolytica di usus. Gejalanya adalah demam, mual, muntah, dan pendarahan usus.

Disentri ditularkan dengan cara yang sama seperti demam tifoid. Namun, penyakit ini bisa dicegah dengan selalu mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet.

  1. Hepatitis A

Dampak lain yang dapat dihasilkan dari toilet yang kotor adalah hepatitis A. Penyakit ini terjadi karena infeksi virus hepatitis A yang ditularkan dari makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, hepatitis A akan memicu gejala yang mengganggu aktivitas pasien, seperti mual, muntah, dan kulit kekuningan.

  1. Kolera

Kolera adalah infeksi yang menyebabkan diare dengan warna pucat seperti air cucian beras. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi.

Tanpa pengobatan, kolera dapat menyebabkan dehidrasi parah hingga kematian.

Indonesia belum mencapai sasaran pemulihannya. Salah satu caranya adalah menyediakan toilet umum yang memadai dan memadai.

Selain itu, masyarakat juga harus memainkan peran aktif dalam menjaga toilet umum yang sudah tersedia. Dengan cara ini, masyarakat Indonesia dapat terbebas dari dampak kesehatan dari pemandian yang kotor dan tidak layak.

Mulailah dengan menjaga kamar mandi bersih di rumah untuk kesehatan yang lebih baik.

Baca Juga :